Friday, May 5, 2017

すみません - "Sumimasen" Bukan Hanya Berarti "Maaf"

Kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya yang berhubungan dengan bahasa Jepang. Sepertinya saya jarang ya ngomongin bahasa Jepang. hehe
Selain saya kurang pandai dalam menjelaskan sesuatu, terutama sebuah teori, saya juga sering memakai feeling saja saat berbicara dengan sebuah bahasa, jarang memikirkan tentang tatanan penggunaan bahasa tersebut. (mungkin, haha) Namun, kali ini saya akan mencoba untuk membagikan hal-hal yang menarik tentang bahasa, terutama bahasa Jepang
(Mengapa bahasa Jepang? Ya, karena saya belajar bahasa itu sampai saat ini termasuk saat kuliah :))
Bagi yang mempunyai minat terhadap bahasa Jepang, semoga bisa membantu saat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari :)
Bagi yang tidak terlalu minat, ya..tidak apa-apa, mungkin berminat untuk membacanya saja *maksa* haha...


Langsung saja, kata yang akan saya bahas adalah 
「すみません」 "Sumimasen" 
Yap, pasti sudah familiar dengan kata ini. Pada umumnya, kata ini diartikan "Maaf" di suasana yang formal, atau lawan bicaranya adalah orang yang lebih tua atau yang mempunyai posisi lebih tinggi dalam kehidupan sosial (misalnya atasan di kantor, atau direktur). Awalnya juga saya pikir kata ini hanya digunakan saat meminta maaf saja. Ternyata oh ternyataaaa....setelah saya praktekkan dan mendengar penggunaan kata sumimasen di kehidupan sehari-hari langsung dari negara asalnya, kata ini mempunyai lebih dari satu makna.
Yaitu:
Sumimasen yang berarti "Maaf" (Sorry)
Sumimasen yang berarti "Permisi" (Excuse me)
Sumimasen yang berarti "Terima kasih" (Thank you)

Sesungguhnya, sampai sekarang pun saya masih belum terlalu terbiasa dengan penggunaan kata sumimasen ini. Sebagian besar selalu saya gunakan saat meminta maaf atau saat ingin bilang permisi. Dengan kata lain, saya belum begitu terbiasa dengan sumimasen yang berarti terima kasih... hehe ^^;

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang sumimsen yang berarti "maaf" dan "permisi". Oleh karena itu saya hanya akan membahas sumimasen yang bermakna "terima kasih"

Mengapa bisa berarti "Terima Kasih"?

Jadi, suatu hari, saat saya akan berpergian menggunakan pesawat di Jepang, saya ingin memasukkan tas ke dalam tempat menaruh barang di kabin (saya kurang tau namanya ^^;). Kemudian, datanglah seorang pramugari yang cantik jelita (halah), menghampiri saya untuk membantu memasukkan tas saya yang berat ini. Kemudian reflek lah saya mengucap "Arigatou gozaimasu", secara kalau di Indonesia tidak ada kata lain yang biasa terucap saat mendapat bantuan dari orang lain, selain terima kasih. Lalu, pramugari tersebut berlalu dengan anggukan dan senyuman ramah (adeeem xD), dan membantu penumpang yang lain. Karena waktu itu saya di penerbangan domestik, saya berasa orang asing sendiri di dalam pesawat, xD. Di situlah, saya merasa sedih....bukan,bukan! Di situlah saya mendengar seseorang (orang Jepang pastinya), yang dibantu pramugari tadi, mengucap "sumimasen" setelah mendapat bantuan.
Kagetlah saya saat itu (nggak kaget banget sih, haha). "Kok dibantu malah minta maaf ya?" pikir saya. 

Lalu ada juga saat saya makan di sebuah restoran bersama orang Jepang, kami ingin meminta kepada pelayan untuk mengganti tempat yang digunakan untuk memanggang (saat itu saya sedang makan Jingisukan). Saat si pelayan meng-iya-kan untuk menggantinya, dia berucap "sumimasen". Lagi-lagi saya bingung. Soalnya ya kalau di Indonesia, biasanya dijawab dengan ucapan terima kasih (iya kan ya? hehe)

Daripada saya kaget, bingung, dan sebagainya (nanti bisa stress, wkwk), akhirnya saya curcol dengan seseorang yang pastinya keturunan orang Jepang dan berkewarganegaraan Jepang (halah), namun bukan orang yang ahli bahasa sih, hanya orang Jepang yang setiap hari berbicara menggunakan bahasa Jepang, wkwkwk. Setalah mendengar penjelasan darinya, akhirnya saya menarik kesimpulan, bahwa:
Orang Jepang mempunyai pola pikir tidak ingin merepotkan orang lain yang sudah diajarkan sejak dini. Maka dari itu, saat kita ditolong orang lain, atau repot-repot diberi sesuatu contohnya, banyak orang jepang yang mengucapkan "sumimasen", bukannya "arigatou gozaimasu" yang notabenenya memang dari awal berarti "terima kasih". Namun, ada juga yang menjawab dengan kedua-duanya, yaitu "Sumimasen. Arigatou gozaimasu". Mereka mengucapkan sumimasen karena menganggap sudah merepotkan orang lain demi membantu dirinya. Oleh karena itu kata ini bisa bermakna "maaf sudah merepotkan, terima kasih". kira-kira begitu menurut saya. hehe :)

Sebenarnya tidak salah, saat kita mendapat bantuan, kita mengucapkan "arigatou gozaimasu" pun juga hal yang benar, dan tidak sedikit pula orang yang mengucapkannya. Hanya saja, saya rasa orang-orang Jepang lebih cenderung menggunakan kalimat yang mengandung kata "sumimasen", terutama kepada orang yang lebih tua atau orang yang tidak dikenal. Dalam bahasa yang lebih santai/ tidak formal biasanya mereka juga mengucapkan 「ごめんね、ありがとう (gomen ne, arigatou)」.

Bagaimana teman-teman? Apakah masih ada yang bingung? Kalau iya, coba pegangan dulu... hahaha *bercanda^^*
Kalau ada yang belum dimengerti jangan sungkan-sungkan, feel free to comment yah~
Kalau dari penjelasan saya ada yang kurang pas, bisa share juga~
Sekian mengenai "sumimasen" kali ini. Saya juga masih belajar menggunakan kata "sumimasen" ini di situasi yang tepat. hehe.... 頑張りましょう!

See you!
じゃ、またね!

0 komentar:

Post a Comment